Awalnya keluarga Cakrawala hidup bahagia dengan kedua putra-putrinya.
Sampai akhirnya, mereka harus menghadapi kenyataan
bahwa sang putra sulung, Gilbert,
meninggal akibat kecelakaan tragis yang disebabkan oleh Helena Dustine Cakrawala,
putri bungsu mereka. Helena yang masih duduk di bangku SMP
dan sibuk bersenang-senang layaknya remaja lainnya,
harus menghadapi kenyataan pahit akibat kebodohannya.
Benarkah itu kebodohannya sendiri?
Atau kebodohan yang diakibatkan
oleh kedua orang sahabatnya, Nabila dan Sarah?
Helena sibuk menyalahkan diri sendiri dan kedua sahabatnya.
Ia berkubang dalam kesedihan yang amat sangat.
Pintu hatinya ditutup rapat-rapat, tak percaya lagi dengan yang namanya sahabat.
Sakit hatinya tak dapat disembuhkan, bahkan oleh Carissa, Vianna, dan Tamara yang tulus menemaninya.
Tak tahan dengan itu semua, Helena memilih untuk melarikan diri.
Dengan mempertaruhkan perusahaan dan masa depan putrinya,
Samuel Cakrawala membawa Helena ke Paris.
Perjanjian bisnis yang kompleks dengan Max menjamin seluruh kehidupan dan masa depan Helena.
Sebagai seorang pengusaha muda, kaya raya, dan berpengaruh,
Max menjadikan Helena sebagai seorang model internasional sekaligus tunangannya.
Benarkah Max hanya menganggap Helena sebagai salah satu dari assetnya?
Ketika akhirnya Helena menganggap bahwa luka hatinya telah sembuh,
ia memberanikan diri untuk kembali ke tanah airnya.
Sekali lagi Helena menemukan berbagai macam kenyataan pahit.
Sanggupkah ia menghadapi kenyataan pahit yang lebih pahit daripada yang pernah dialaminya?
Sanggupkah ia kembali bertemu dengan orang-orang yang pernah nyaris menghancurkan kehidupannya?
Sanggupkah ia bertahan menghadapi tingkah polah Max yang dingin?
Atau Helena malah menemukan seseorang istimewa dari masa lalunya?
Dapatkah Carissa, Vianna, dan Tamara membuka pintu hati Helena yang telah tertutup rapat? \Teori helium dan balon udara akan menjawab semua itu.
Sampai akhirnya, mereka harus menghadapi kenyataan
bahwa sang putra sulung, Gilbert,
meninggal akibat kecelakaan tragis yang disebabkan oleh Helena Dustine Cakrawala,
putri bungsu mereka. Helena yang masih duduk di bangku SMP
dan sibuk bersenang-senang layaknya remaja lainnya,
harus menghadapi kenyataan pahit akibat kebodohannya.
Benarkah itu kebodohannya sendiri?
Atau kebodohan yang diakibatkan
oleh kedua orang sahabatnya, Nabila dan Sarah?
Helena sibuk menyalahkan diri sendiri dan kedua sahabatnya.
Ia berkubang dalam kesedihan yang amat sangat.
Pintu hatinya ditutup rapat-rapat, tak percaya lagi dengan yang namanya sahabat.
Sakit hatinya tak dapat disembuhkan, bahkan oleh Carissa, Vianna, dan Tamara yang tulus menemaninya.
Tak tahan dengan itu semua, Helena memilih untuk melarikan diri.
Dengan mempertaruhkan perusahaan dan masa depan putrinya,
Samuel Cakrawala membawa Helena ke Paris.
Perjanjian bisnis yang kompleks dengan Max menjamin seluruh kehidupan dan masa depan Helena.
Sebagai seorang pengusaha muda, kaya raya, dan berpengaruh,
Max menjadikan Helena sebagai seorang model internasional sekaligus tunangannya.
Benarkah Max hanya menganggap Helena sebagai salah satu dari assetnya?
Ketika akhirnya Helena menganggap bahwa luka hatinya telah sembuh,
ia memberanikan diri untuk kembali ke tanah airnya.
Sekali lagi Helena menemukan berbagai macam kenyataan pahit.
Sanggupkah ia menghadapi kenyataan pahit yang lebih pahit daripada yang pernah dialaminya?
Sanggupkah ia kembali bertemu dengan orang-orang yang pernah nyaris menghancurkan kehidupannya?
Sanggupkah ia bertahan menghadapi tingkah polah Max yang dingin?
Atau Helena malah menemukan seseorang istimewa dari masa lalunya?
Dapatkah Carissa, Vianna, dan Tamara membuka pintu hati Helena yang telah tertutup rapat? \Teori helium dan balon udara akan menjawab semua itu.
huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa novel ini KEREN BANGET, sumpah dah, nggak pake bohong.
dari awal baca ini aja udah bikin nyesek banget, gua yang baca itu ngerasa banget apa yang dialamin helena sama max di novel ini.
bikin gua nangis terus lagi T_T
pengen banget deh punya pacar kayak max, semoga aja deh, amin Ya ALLAH.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar