: Kamu, yang mencintai air mata
Saat kamu meluruhkan air mata karena seseorang, barangkali kamu tidak pernah menyadari bahwa kamu telah mencintainya (bukan hanya menyayanginya), melebihi telaga yang membasahi sepasang pipimu yang kemerahjambuan. Barangkali.
Sementara itu, serat tisu putih tak lagi cukup untuk menyeka buliran air matamu, tak lagi mampu meredam isak tangismu, tak lagi sanggup menahan kepura-puraanmu. Barangkali kamu mencintainya. Barangkali.
Dan lagi, sepi mulai memilin-milin jarak setengah meter di antara kalian; kamu dan dia, membuat semua yang terucap tertahan di tenggorokan, membuat semua yang terlihat meluruh bersama jarak setengah meter di antara kalian. Barangkali kamu lupa bagaimana tepatnya jatuh cinta. Barangkali kamu mencintainya. Barangkali.
Akhir Kisah, 12 Juli 2011
Tautan : http://www.facebook.com/notes/dedek-fidelis-sinabutar/air-mata/10150307109573829?notif_t=note_reply
Saat kamu meluruhkan air mata karena seseorang, barangkali kamu tidak pernah menyadari bahwa kamu telah mencintainya (bukan hanya menyayanginya), melebihi telaga yang membasahi sepasang pipimu yang kemerahjambuan. Barangkali.
Sementara itu, serat tisu putih tak lagi cukup untuk menyeka buliran air matamu, tak lagi mampu meredam isak tangismu, tak lagi sanggup menahan kepura-puraanmu. Barangkali kamu mencintainya. Barangkali.
Dan lagi, sepi mulai memilin-milin jarak setengah meter di antara kalian; kamu dan dia, membuat semua yang terucap tertahan di tenggorokan, membuat semua yang terlihat meluruh bersama jarak setengah meter di antara kalian. Barangkali kamu lupa bagaimana tepatnya jatuh cinta. Barangkali kamu mencintainya. Barangkali.
Akhir Kisah, 12 Juli 2011
Tautan : http://www.facebook.com/notes/dedek-fidelis-sinabutar/air-mata/10150307109573829?notif_t=note_reply
Tidak ada komentar:
Posting Komentar